Rabu, 14 Desember 2011

Aliran-aliran Kristen



Ajaran Yesus, yang ditujukan kepada kaum Yahudi, sesuai perintah yang beliau terima dari Allah Pemilik Segala Kehidupan, sempat dianut oleh segelintir orang-orang Yahudi. Namun dalam perkembangannya yg tidak begitu jauh dari saat kematian Yesus, agama baru yang dibawa Yesus ini, hilang lenyap dari kalangan Yahudi, dan justru kemudian dianut oleh orang-orang diluar Yahudi.

Pada masa hidup Jesus sendiri maupun masa berikutnya belum dikenal sebutan orang kristen (Christianis). Mereka itu cuma disebut oleh kalangan lainnya, terutama oleh pihak-pihak yang menantang Jeus, dengan sebutan Nazarenes. Yakni para pengikut Nazareth. Hal itu disebabkan Jesus sekalipun dilahirkan di Bethlehem, akan tetapi keluarganya menetap di kota-kecil Nazareth dalam wilayah Galelia.

Oleh sebab itulah para mukmin pertama itu disebut pihak lawannya dengan pengikut orang Nazareth atau Nazarenes. Dari sebutan Nazarenes itulah lahir sebutan Nashara dalam bahasa Arab dan sebutan Nasrani dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan sebutan Christians (Kristen) baru muncul pada masa belakangan, jauh sepeninggal Jesus. Sebutan itu bermula lahir di kota besar Antiokia di Syria Utara, sewaktu Barnabas dan Paulus menjalankan missinya di kota besar itu, yang mempunyai kedudukan sebagai ibukota imperium Roma untuk wilayah belahan Timur.

Disebabkan Paulus di dalam missinya tidak henti-hentinya menyatakan dan menegaskan bahwa Jesus itu adalah Christos (AI-masih) maka orang sekitarnya memanggilkan mereka itu dengan para pengikut Kristus (Christians). Dari situlah lahir sebutan Orang Kristen di dalam bahasa Indonesia.

Perpecahan Ajaran Yesus
Murid-murid Yesus, setelah sadar mau kemana mereka dibawa oleh Paulus, akhirnya menentang Paulus. Jacobus sampai mengatakan ajaran yg disampaikan oleh Paulus adalah ajaran sesat.
Akhirnya pecah sengketa sengit antara Barnabas dengan Paulus pada kota-kota besar Antiokia itu. Inti pokok yang menyebabkan sengketa itu tidak pernah dijelaskan di dalam Kisah Rasul-Rasul.
Karena sengketa sengit itu Paulus bersama Silas meninggalkan kota-besar Antiokia untuk selama-lamanya (Kisah Rasul-Rasul, 15:40-41) menuju Asia Kecil dan Makedonia dan semenanjung Achaia (Grik) guna mengembangkan ajarannya dalam lingkungan orang Grik dan mereka itulah yang disebut dengan Gentile Christians (Orang kristen Asing).

Sebutan itu lahir dalam dunia kristen untuk membedakan kelompok Pengikut yang Baru itu dengan Kristen Petama, Early Christians, yakni para pengikut Jesus Kristus yang mula-mula dalam lingkungan masyarakat Yahudi di Palestina, yang disebut dengan Nazarenes itu.

Para pengikut yang pertama diyakini telah musnah sebagian besarnya pada masa pemberontakan total bangsa Yahudi di Palestina terhadap penindasan imperium Roma, yang berlangsung sepuluh tahun lamanya, yaitu antara tahun 65 sampai 75 masehi. Legiun X dari pihak Roma melakukan pembunuhan-pembunuhan massal (massacre) pada perkampungan-perkampungan Yahudi di seluruh Palestina, kecuali yang sempat melarikan diri ke lembah Mesopotamia dan Arabia Selatan dan berbagai wilayah lainnya.

Semenjak pemberontakan total yang gagal itulah dikenal dalam sejarah bangsa Yahudi dengan Great Diaspora, yakni masa memencar tanpa tanah air. Pada masa yang sangat tragis itu diyakini kelompok-kelompok pengikut Jesus yang pertama-tama (Early Christians) ikut musnah. Kecuali kelompok kecil yang sempat melarikan dirinya ke kota Pella di seberang sungai Jordan, yang pada masa belakangan dikenal dengan sekte Ebionites yang mempunyai Injil sendiri yang dikenal dalam sejarah dengan Ebionite Gospel (Injil Ebionites), yang isinya jauh berbeda dengan Injil-Injil yang menjadi pegangan dunia kristen pada masa berikutnya dan kini.


Pemisahan Yahudi dengan Kristen
Pemisahan antara ajaran Yahudi dan Kristen mulai nyata, dan akhirnya tidak dapat dihindari lagi. Para penganut kristen tidak lagi merayakan hari-hari besar Yahudi serta tidak lagi mempertahankan tradisi dan budaya Yahudi. Pemisahan ini diakui pada Dewan Yerussalem pada tahun 48 M. Kira-kira pada tahun-tahun awal inilah gereja sudah terbentuk. Gereja dibentuk untuk mengorganisasikan gerakan pengembangan ajaran kristen dan Yerussalem adalah pusat pergerakan tersebut. Tapi Yerussalem juga pusat suci bagi Yahudi. Namun kaum Yahudi yang menguasai Yerussalem, memperlihatkan sikap permusuhan yang makin lama makin terbuka terhadap gereja dan pengikut Kristen, mendorong terjadinya pemindahan pusat pengajaran Kristen dari kota tersebut kekota-kota lain. Mulanya ke Antiokia lalu kemudian bergeser ke Roma.

Pada awalnya ajaran Kristen, merupakan ajaran yang tidak diberi tempat oleh penguasa untuk berkembang. Selama 200 tahun ajaran Kristen adalah doktrin yang illegal bagi pemerintahan yang berkuasa. Agama ini berkembang sangat sulit akibat tekanan dahsyat oleh penguasa. Sejarah mencatat Kaisar Nero dan Kaisar Domitian (81-96 M) adalah penguasa Romawi yang sangat bengis kepada penganut Kristen. Pembunuan kejam dilakukan oleh Kaisar Nero pada tahun 64 M, melalui tuduhan bahwa kebakaran kota Roma disebabkan oleh orang-orang Kristen. Petrus dan Paulus, dibunuh mati pada masa-masa sulit ini.
Perubahan kearah lebih baik terjadi dimasa pemerintahan Kaisar Konstantin, yang memberikan hak legal kepada oang-orang Kristen pada tahun 313 M.

Selama 3 abad, dalam agama Kristen terjadi perkembangan yang bertentangan, yang makin lama makin besar. Secara umum, pengikut Kristen terbagi atas 2 kelompok, yaitu kelompok yang mempercayai Paulus dengan ajaran nya yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan itu sendiri. Kepercayaan kelompok tahun demi tahun berkembang menjadi kepercayan Trinitas. Kelompok lain yang menentang Paulus dan tetap yakin dengan kepercayaan bahwa Yesus hanyalah seorang utusan Tuhan saja, tanpa embel-embel ketuhanan yang melekat pada dirinya. Pertentangan pada kedua kelompok ini makin meruncing dan dianggap oleh penguasa akan dapat membahayakan kekuakasaan Kaisar Romawi yang berkuasa waktu itu.

Setelah ajaran Kristen diakui secara legal oleh penguasa Romawi, masalah pertama pertama yang harus adalah masalah Trinitas. Sehingga akhirnya atas perintah Konstantin, dilangsungkan pertemuan akbar antara kelompok-kelompok ini, di kota Nicea, pada thn 325 M.

Pemisahan Gereja Barat dengan Gereja Timur
Masalah politik antara Romawi Barat yang berpusat di Roma dan Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel, makin tidka dapat dibendung, sehingga akhirnya benar-benar terpisah. Hal ini menjadi salah satu terjadi pemisahan Gereja Barat dan Gereja Timur. Pemisahan Gereja Timur dengan Gereja Barat, tidak dapat dielakkan lagi, ketika Gereja Timur, menolak sahadat tambahan, yang menyatakan Roh Kudus diturunkan dari Allah Bapa dan Anak. Bagi gereja Timur, Anak tidak ikut menurunkan Roh Kudus, hanya Bapa saja. Pemisahan ini tejadi padatahun 1054. Sejak itu muncullah Gerea Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Yunani. Unsur-unsur doktrinal membuat kedua gereja ini tetap terpisah. Gereja Katolik dipimpin oleh satu tampuk pimpinan yang disebut Paus, sementara Gereja ortodoks menyerahkan kepemimpinan ketangan para Bishop atau Patriakh.

Gereja Katolik tetap berperan penting hingga abad pertengan. Tetap berpusat di Roma, dan Paus tetap pemegang kekuasaan tertinggi, yang melampaui Raja dan Ratu. Namun sejak akhir abda ke-14, mulailah timbul tantangan terhadap kekuasaan Paus yang begitu besar dan otoriter dalam agama.



Munculnya Gereja Protestan dan Gereja-Gereja Lain
Gerakkan reformasi pertama terhadap Gereja Katolik, dimulai oleh Lollards dan Hussites, yang kemudian berubah menjadi ancaman serius terhadap supremasi Gereja Katolik, ketika pada tahun 1517, seorang Imam bernama Martin Luther menentang keras penjualan suarat pengampunan dosa oleh gereja. Dia juga menolak supremasi Paus, menyangkal substantiation, serta mendorong para bangsawan Jerman untuk memisahkan kekuasaan mereka. Dan bangswan yang selama ini terkekang oleh supremasi Paus, hanya butuh sedikit dorongan saja untuk kemudian memisahkan diri dari bayangbayang kekuasaan Paus. Banyak diantara para bangsawan ini yang lalu bergabung dengan Martin Luther. Disinilah awal bedirinya Gereja Protestan, sebagai tandingan terhadap Gereja Katolik.

Tindakan Luther merupakan awal dari timbulnya berbagai sekte yang didasari kepada doktrin pokok Luther
Dalam perkembangannya yang tidak begitu lama, Lutherpun akhirnya bertentangan dengan bekas pendukungnya menentang kekuasaan Paus, yaitu Zwingli. Zwingli mengembangkan pandangan Eukaristi.
Ajaran Luther yang menentang Gereja yang memberikan lembaran pengampunan Dosa, yang kemudian diselewengkan dengan penualan lembaran tersebut. Ajaran Luter, kemudian diformalisasikan dalam Gereja Lutheran.

Pengaruh reformasi ini segera menyebar ke seluruh Eropa. Seorang pebaharu lain, bernama John Calvin, memisahkan diri dari Gereja Katolik tahun 1533. Pandangan Calvin hampir sama dengan Lutheran , namun dia yakin bahwa ada karunia tertentu untuk kelompok tertentu. Pengikut Calvin menyebar di Jerman, Belanda, Skotlandia, Swiss dan Amerika Utara, dan cukup berpengaruh di Inggriss.

Di Inggris, anjuran para pembaharu juga diikuti oleh Raja Hendry VII pada tahun 1521, dengan mengeluarkan traktat yang menyerang Luther. Hal ini sempat membuat Roma bangga , dan Paus memberinya gelar “Pembela Iman”. Namun ternyata motif Raja hendry berbeda. Sang raja ingin menikahi Puteri Anne Boleyn. Namun sbelum bisa menikahi puteri ini, dia harus menceraikan Catherine of Aagon. Sayangnya Paus tidak merestui perceraian ini dan Hendry terpaksa mengabaikan kekuasaan Paus, pada tahun 1543, lalu menyatakan dirinya sebagai Kepala Gereja Inggris. Dengan begitu dia dapat membatalkan perkawinannya dengan Catherine. Ajaran “39 Pasal” yang menyangkut hal-hal yang kontrvesial serta mengungkapkan bagaiman kedudukan Gereja Ingriss mengenai masalah perceraian, dikeluarkan tahun 1571, selama pemerintahan Ratu Elizabeth I. Gereja Ingrris mengakui kerajaan sebagai kepala gereja, bukan Paus. Juga meolak tanssubstiation, meniadakan biara dan menggantikan bahasa Latin dengan bahasa Inggris untuk dipakai di gereja. Pertentangan paling ektrim dengan Roma terjadi pada abad ke-17 M, dimana George Fox dari Leichestershire Inggris, mulai menyebarkan ajaran bahwa manusia dapat berhubungan langsung dengan Tuhan tanpa perlu riual-ritual yang ditetapkan oleh Gereja Katolik. George Fox, menyatakan tidak perlu ke 7 jenis sakramen dalam Katolik. Tidak dibutuhkan sakramen apapun. Awal berdirinya keyakinan baru ini, dianggap pada tahun 1652 M, pada saat terjadinya kebaktian pertama.

Masih di Ingriss, kemudian berdiri Gereja Baptist, yang didirikan oleh John Smith. Mereka menentang pembaptisan bayi, karena menganggap pembaptisan bayi menentang perintah Alkitab. Menurut pendapat mereka, hanya orang dewasa yang telah mengerti makna sumpah yang telah diucapkannya yang dapat dipabtis.

Di Amerika Serikat juga terjadi gejolak keagamaan. Pada tahun 1830, Mormon, atau Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Hari Terakhir, dibentuk oleh Joseph Smith (1805-1844). Joseph Smit mengklaim telah mengalami wahyu Tuhan . Pada mulanya ajaran Mormon terlarang, karena dianggap menyimpang dai ajaran kristen dan praktek-praktek poligami mereka. Tetapi ajaran ini merayap ke seluruh Amerika dan akhirnya menenatap di kota Salt Lake, tempat mabes mereka sampai kini.

Advent Hari ketujuh, juga mulai muncul di Amerika, dan mendapatkan momentumna pada tahun 1860. Gereja Advent Hari Ketujuh mengembalikan hari ketujuh sebagai hari Sabbath, seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi. Hampir saa dengan Gereja Baptis, Advent Hari Ketujuh uga hanya membaptis orang-orang dewasa, dan membuat pembatasan-pembatasan mengenai apa yang boleh dimakandan diminum.

Masih ada kelompok lain, yaitu Christian Sciene, Saksi Jehova dan Pantekosta. Vchristian Science didirikan oleh Mrs. Marry Baker Eddy tahun 1879, yang menyatakan bahwa satu-satunya realitas adalah pikiran, sdangkan yang lainnya adalah illusi.

Saksi Jehova, adalah Gereja berikutnya, yang didirikan oleh C.T.Russell. Penganut ajaran ini, percaya bahwa kedatangan yesus yang kedua kalinya akan terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi. Hanya kelompok mereka saja yang akan diselamatkan pada kedatangan Yesus yang kedua ini.

Tahun 1906, Gereja Pantekosta, mulai berkiprah, yaitu melalui missi yang disampaikan oleh W.J.Seymor. Ajaran ini mengajarkan bahwa setiap orang dapat mengalami kehadiran Rohul Kudus dalam diri mereka dan menerima hadiah-hadiah roh.


ALIRAN-ALIRAN KRISTEN
Ortodoks Syria
Muncul dari perselisihan antara Gereia Alexandria dan Gereja Roma danKaisar Konstantin (puncaknya pada masa kaisar Bizantium Marqilanus 450 458 M). yang pada Konsili (Majma� Khalkadunia) Calcedon; inti pembicaraan ialah masalah ketuhanan (45 1), dan umat Kristen pun terpecah dua. Satu berpusat di Roma dan Bizantium (mereka mengakui bahwa AI Masih memiliki dua sifat: Tuhan dan Manusia). Aliran ini dipimpin oleh Baba Laon (440-461 M), sementara yang lain berpusat di Alexandria dan Antiokia dengan pimpinan Baba Disqures I (444 454 M) yang berprinsip bahwa AI Masih bersifat Tunggal.

Aliran pertama, menganggap Al Masih sekaligus bersifat Tuhan dan sekaligus menyandang sifat manusia, mereka dikenal dengan Kristen Katolik. Kelompok Ortodoks tidak berpendapat demikian, dan menganggap alirannya� yang paling benar serta pewaris Al Masih (Mereka terdiri dari thaifah thoifah, seperti Koptik, Syrian, Amenian, Habasyah. Menurut tokoh mereka (disebut : Abuna Robbuha) Iskandar Somad, pemim��pin Syria ortodoks di Mesir yang sekali�gus sebagai peng�asuh kanisah : Al Adzro Maryam, bahwa antara Koptik dan �Syrian adalah sau�dara kandung, karena memiliki kesamaan akidah.

Ortodoks Syria me�rasa punya bukti bahwa Injil pertama berbahasa Syria dan baru diterjemahkan ke bahasa Arab pada tahun 643 ( pada waktu, itu Gubernur Syria dijabat oleh Umar bin Abi Waqash; adiknya Sa�ad bin Abi Waqash yang beragama Islam).

Ortodoks memiliki shalat 7 kali sehari ( ketika sibuk, shalat dapat dikerjakan hanya pada Fajar pagi dan saat tenggelam matahari, sore; jika masih tak mungkin, maka cukup pada hari Minggu saja). Shalat dimulai dengan berdiri tegak lurus, dipimpin oleh seorang Imam yang berpakaian jubah warna hitam. Kedua tangan mereka di dada, kemudian membuat tanda salib sembari mengucapkan: Bismi Abi wal Ibni wa Ruhil Quddus Allahu Wahid; dan jamaah menyambutnya dengan : Amin. � Lalu Imam melanjutkan dengan doa sembari mengangkat kedua tangan yang disahuti oleh makmum: Amin� Kemudian, setelah membuat tanda salib berikutnya, Imarn pun terus membungkuk (bagaikan posisi ruku� dalam Islam) dengan mengucapkan kata kata :� Quddusun anta Yaa Allah !�, jamaat pun menyambut dengan kata yang mensucikan Allah, Maha Kuasa dan tidak berkematian. Jamaah memohon kasih savang Allah vang telah disalibkan sebagai pengganti umat manusia�, kemudian Imam pun berdiri lagi dan seterusnva Imam sujud yang diikuti jamaah. Ketika bangun sujud, Imam berucap : Subhaanaka Allaahumma (Maha Suci Engkau Ya Tuhan), dan jamaah pun menyambut secara bersamaan, sembari menadahkan kedua tangannya. Kemudian Imam membaca doa robbaniyah (Doa Bapa kami dalam bahasa Arab Syria, lalu diikuti Imam membaca sedikit ayat ayat dalarn zabur dalam bahasa Aramik), lalu shalat pun berakhir.

Mereka juga mengenal puasa seperti pantang menyantap makanan yang berunsur hewan, minyak dan susu. Puasa dapat dikerjakan pada setiap Rabu dan Jumat, kecuali antara hari kebangkitan Al Masih dengan hari Pentakosta; bahkan pada kedua hari di atas, puasa dilarang. Mereka juga mengenal cerai, namun Gereja yang menetapkan bukan catatan Sipil. Kaum wanita seharusnya ke Gereja dengan jilbab Hitam, namun situasi merobah�nya. Mereka memasuki Gereja tanpa sepatu, dianjurkan berkhitan dan pernimpin pria memakai jenggot.

Sekte �Nasrani�
Dalam kehidupan agama �samawiyah�, umumnya orang tidak terlalu acuh mem�beda�kan antara penganut Kristen dengan Penganut Nasrani; pada hal setiap �nama� membawa arti atau maksud tersendiri. Dalarn Al Quran, kata kata �Kristen� tidak diketemukan, tetapi kata �Nasrani� sangat banyak dan (waktu turun ayat ini) maksudnya ditujukan kepada Bani Israil (pengikut Isa) yang pada waktu itu banyak diketemukan di sekitar kota Madinah. Kata �Nashaara� tertulis pada 14 tempat ( Al Baqarah 62, 111, 113, 130, 135, 140; Al Maaidah 14, 18, 51, 69, 82. At Taubah 30 dan Al Haj 13; sementara kata �Nash raaniyyaan� pada Ali Imran 72).

Sebenarnva bagi orang Yahudi, kata �Nasrani� sudah dikenal sejak mereka menolak kedatangan (Yesus sebagai Mesias) ; mereka sebut �Sekte Nasrani�.(lihat Kisah 24 : 5), sebutan berikutnya oleh kaum muslimin di Madinah, saat Islam berkembang dan penduduk Madinah tengah bertetangga dengan kaum Yahudi dan orang orang Nasrani ( AI Maa idah 82).

Dalam Kitab Perjanjian Baru sendiri sebutan untuk �Pengikut Isa�, yaitu �Penganut Jalan Tuhan� (Kisah 24 : 14, 22), �Kristen� (Kisah 11 : 26, 26 : 28; 1 Petrus 4 : 16) dan sebutan �Nasrani� (Kisah 24: 5).

Karena Istilah
Istilah �Nasrani� dimungkinkan, karena Isa atau Yesus itu lahir di �Nazaret�.; karena perkembangan bahasa, menjadilah �Nasrani�. Sebelumnya memang ada salah satu sekte penganut mistik gnostik orang orang dari Mandae yang diikuti oleh orang�-orang Yahudi. Tak mustahil penganut � sekte Nasrani� ini ada juga orang Yahudi

Nah kelompok sekte Gnostik di Mandae ini menamakan diri dengan sebutan �Natsorayya� (yang terambil dari akar kata : Nazar, yang dalam bahasa Syria disebut �natsar�; logat Aram-Syria, kata �Z� ditulis �s�, artinya men�jaga�) tetapi dipelesetkan dan dilecehkan. Mereka sangat sinkretis, karena mencampuradukkannya dengan paham �gnostik�, kemudian mereka campurkan juga dengan ajaran Yesus pada waktunya. Dalam perjalanan ajaran Kristen, terdapat juga perbedaan antara Paulus Yakobus, walau sama sama mempercayai Kristus Yesus; kesannya pihak Yakobus sangat mirip dengan Sekte Nasran dari kelompok Mandea. Mereka rajin memelihara Taurat dan biasa ber�nazar� pula. (Kisah 21 : 18-23).

Padahal, menurut Kristen Paulus (sekarang ini), bahwa Yesus dan para Rasul tidak lagi memegang Taurat, (seperti Taurat dalam agarna Yahudi), tetapi memakai Taurat Perjanjian Lama yang telah diperbaharui menjadi �Injil Perjanjian Baru� yang membawa manusia kepada iman, kebenaran dan kasih; artinya Taurat dalam bentuk �hukum kasih�.

Kini di Indonesia telah terdengar tentang adanya kelompok yang hanya mau disebut �Nasrani� saja dan tidak mau disebut �Kristiani�. Mereka menyebut diri atau kelompoknya � Yeshua ha Maschiah, Kristen yang Yudaisme, misinya mengajak manusia kernbali kepada hukurn Taurat; di antara mereka ialah Suradi ben Abraham alias SYBAI. Mereka menerbitkan �KITAB SUCI TORAT dan INJIL 2000� yang di dalamnya semua kata �Allah� sudah diganti dengan Eloim; termasuk kata Yahwe, El, Eloah, Adonai dan El Shaddai: bahkan mengandung kelucuan ialah diluamya �Torat dan Injil� tetapi di dalamnya meliputi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; dan kesan lain ialah, Kitab Suci yang mereka terbitkan itu bukanlah kajian mereka sendiri tetapi mereka �jiplak� dari terjemahan ahli pada �LAI� (Menariknya, satu di antara sekian para Penginjil dan seorang Muallaf yang kini giat dibidang pengembangan Kristologi dengan menyebut kelompoknya �Kristologi Islami�, ia menuding �Kristen yang benar ialah Kristen yang berpaham �Nasrani�, katanya �Sesuai Al Quran. Aneh aneh saja??

Kelahiran Yesus.
Yesus �Kristus� dalam Kristen, saat dekat sebutannya dengan �Krisna� dalam Hindu. Menurut kitab Atharva Veda, yang muncul di India sekitar 3000 tahun sebelum Masehi, bahwa pada masa itu raja Kansa yang berhati busuk tengah berkuasa di negeri Madura, sementara ia sendiri banyak dikuasai oleh isterinya yang bernama, Nysumba, seorang ahli sihir yang berpengaruh. Nysumba sendiri adalah anak Kalaveni, pemuja dewi Kali, Dewi Kerinduan dan Kernatian. Suatu malam, karena tak dapat tidur, Kansa berdiri di teras istananya, tiba tiba ia melihat sesuatu kekuatan gaib. Ia melihat sebuah bintang bergerak dan sinarnya jatuh ke bumi.

Lalu raja Kansa bertanya kepada Nysumba, isterinya, namun isterinya tak mampu mene�rangkan apa maksud bintang yang dilihatnya. Kansapun memanggil pendeta pendeta Hindu (Brahmana), dan merekapun menerangkan bahwa itulah cahaya kebenaran, dan itulah pertanda Tuhan turun ke bumi, ke dalam tubuh manusia yang dikandung oleh Devanaki, anak dari saudara perempuan baginda raja sendiri, bernama Parvady. Nah, anak yang dikandung itulah yang akan menjadi Tuhan di dunia, alias raja dunia. *(Nah kita kisah ini kita hubungkan dengan kisah Injil Matius 2 : 2 10, cerita tentang bintang jatuh dan dilihat oleh orang Majusi, lalu mereka datang ke Yerusalem mencari Tuhan lewat cahaya bintang itu �Dimanakah raja Yahudi yang baru lahir itu ? Karena kami sudah melihat bintangnya di sebelah Timur, maka kami datang kemari hendak menyembah Dia. , maka kesannya menjadi klop, bahwa Kelahiran Kristus Yesus sama dengan kisah Krisna dengan bintangnya yang juga jatuh ke bumi).

Yesus bangkit dari kubur
Cerita kebangkitan �Penyaliban Yesus dan kebangkitannya dari kubur, sebagai lambang mengalahkan maut�, seperti ditulis oleh Injil (Yahya 19 : 17 42; Matius 27 dan 28; Markus 15 dan 16 dan Injil Lukas 23 dan 24) sangat mirip dengan cerita alias mythologi Mesir dengan dewa dewinya (Isis, Atis, Osiris). Ensiklopedi Umum, terbitan Kanisius 1990,� Mesir mempunyai dewi alam yang pemujaannya berjalan sejak 1700 110 sebelum Masehi; dewi yang berpengaruh diseputar Lautan Tengah. Isis Jalam mythologi Mesir adalah seorang isteri yang setia dan saudara perempuannya bernama Osiris, dan ibunya, Horns.

Setelah Osiris dibunuh oleh saudara lala laki mereka, Set, dan badannya yang terpotong potong dan berkeping keping itu berhasil dikumpulkan kembali oleh Isis. Lalu Osiris sembih kembali, hidup lagi dan berhasil mengalahkan maut. Untuk Mesir, Osiris dilambangkan sebagai matahari; Set yang bertindak sebagai penindas alias pengkhianat, dilambangkan sebagai malam; Horns dilambangkan sebagai matahari baru dan yang muncul dari sebelah timur, yaitu Isis. Pemujaan mereka berpusat di Memphis, Abydos dan Philae; kepercayaan ini sempat berpengaruh hingga tahun 500 M. Nah, jika dihubungkan dengan kepercayaan Kristen tentang penderitaan Yesus di salib dan kebangkitannya kembali dari tengah tengah orang mati dan berhasil mengalahkan maut, kesannya mirip dengan mythologi Mesir dan kepercayaan rakyat di seputar Lautan Tengah di zaman zaman sebelum Yesus.

Kematian Yesus
Cerita kematian Yesus mirip dengan kematian Budha. Dalam Injil Matius 27 : 50 52 menceritakan saat saat kematian Yesus dan tertulis :� Maka berserulah Yesus dengan suara besar, lalu Ia menyerahkan Rohny. Maka sekonyong konyong tirai di dalam Bait Allah cariklah terbelah dua, dari atas sampai ke bawah; dan bumi pun gempa, dan batu�-batu gunungpun terbelah belah. Kubur kuburpun terbuka, dan beberapa mayat orang suci yang sudah wqfat bangkit pula, dan keluarlah dari kuburnya, maka kemudian daripada itu kebangkitan Yesus. � Sejalan dengan Injil Matius, Lukas 23 : 44 45 menulis, �Adalah kira kira pukul duabelas tengah hari gelaplah seluruh tanah itu hingga pukul tiga petang. Maka cahqya matahari pun hilanglah; dan tirai Bait Allah cariklah terbelah dua Maka berserulah Yesus dengan suara besar, ke dalam tanganMu Aku serahkan Rohku. Setelah dikatakannya demikian, maka putuslah nyawanya�.

Ada kemiripan saat saat kematian Budha (yang lahir pada 547 sebelum masehi, terlepas dari apakah paham Hinayana ataukah Mahayana) dengan saat saat kematian Yesus. Disebutkan saat saat Budha (yang inkarnasi Tuhan itu wafat), terjadilah gempa bumi, meteor berjatuhan, gerhana matahari dengan suara guntur bersahutan di langit (*Th. J. Plange: Christus ein Inder ? hal. 206).

Sama dan beda
Kalau dalam Kristen, Yesus adalah Tuhan Bapa yang menjelma menjadi manusia, dan kelak Yesus vang jelmaan Tuhan Bapa di sorga itu akan turun lagi ke bumi, memerintah bumi selama 4000 tahun dengan damai. *(Dalam Budha Mahayana, selain Budha sendiri dianggap dewa. Iman Mahayana berbunyi:� Budha pertama (Adhi Budha) berupa sumber segala makhluk; atas kehendak Budha sendiri, Budha Pertama akan menjelma dalam lima dhyani Budha yang tetap tinggal di sorga. Dhyani Budha, masing masing mempunyai Budha manusia. Budha Gautama akan menjadi seorang diantara Budha Budha tersebut. Sementara Budha Maitreya dinyatakan Budha yang akan turun ke bumi kelak sesudah Budha Gautama. Sedang antara keberangkatan dan kedatangan, Budha manusia, maka sebagai Penolong Budha dhyani yang bertanggung jawab. Mengirim Bodysatva ke dunia. Karena itu ada tiga gembala yang bertanggung jawab, yaitu : Dhiyani Budha Amitabha, Dhyani Bodhisatva Avalokitocawa dan Budha manusia Budha Gautama.

Misi dan posisi Yesus
Kristen mempunyai 4 (empat) Injil yang kanonik; tiga disebut Injil Sinoptik, karena saling melengkapi. Injil Yahya isinya berbeda sendiri, mungkin sangat kental Hellenist-Yudais nya. Seperti Yahya 1:1 12, disebutkan: �Maka pada awal pertama ialah Kalam, dan Kalam itu bersama sama dengan Allah, dan Kalam itulah juga Allah. Adalah ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan olehnya, maka jikalau tidak ada Ia, tiadalah juga barang sesuatu yang telah terjadi ... Maka Kalam itu telah menjadi manusia serta tinggal di antara kita, penuh dengan anugerah dan kebenaran.

Dalam Kristen, Kalam itu ialah Firman, sementara dalam Islam Kalam atau Firman itu ialah Wakyu Allah yang kenyataannya berupa Kitab Suci. Dalam Kristen, Firman atau Kalam itu menjadi Yesus, yang biasa disebut Injil berjalan. Dalam mythologi Yunani, Firman itu ialah �logos�, dan logos itulah yesus; Yesus ialah Anak Tuhan alias Tuhan yang menjadi manusia dalam bentuk sosok tubuh Yesus.

Kata Arius (seorang Uskup dari Alexandria); � Tak mungkin Yesus itu dapat disebut setengah Allah�. �Apabila kita percaya akan satu Allah, tentu Yesus Allah juga atau Ia bukan Allah, melainkan makhluk biasa�. Demikian Arius mengajarkan, �bahwa Anak atau Logos itu adalah makhluk Tuhan yang sulung dan yang tertinggi derjatnya. Ia bukan dari kekal adanya, tetapi dijadikan di dalam batas batas zaman.

a. Athanasius (Juga dari Alexandria) berpendirian beda. Menurut Athanasius �Bahwa Anak Allah alias logos itu bukan suatu makhluk, bukan juga setengah Allah atau Allah yang kedua, tetapi Ia satu zat dengan Bapak dalam segala-galanya. Ketika Anak itu masuk ke dunia ini, Allah sendiri yang datang menyelamatkan manusia.�

b. Akhirnya Konsili Necea, yakni Konsili Oikumenes (325 M), yang dihadiri oleh 250 300 Uskup) di Necea itu (yang sengaja untuk memecahkan persoalan theologia), bahwa nisbah Bapak dan Anak� yang pecah sejak kepergian Yesus. Konsili dipimpin oleh Kaisar Konstantin, Kaisar Roma.

c. Akhirnya Arius dikalahkan, theologianya dilarang dan ia dibuang. Hasil Konsili dengan rumusan �Bahwa logos atau Anak �homo usious� dengan Bapa diterima oleh Konsili�.?

Demikian sejarah perkembangan gereja menjadi bermacam-macam setelah 2000 tahun Yesus meninggalkan dunia ini. Kiranya sejarah ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, terutam kaum muslimin.

Kalau ada kesalahan saya mohon maaf, karena saya hanya manusia biasa tidak luput dari kesalahan, kalau ada kebenaran yang saya sampaikan, itu pasti beasalah dari Allah swt, Pemilik Kebenaran Sejati. Wallahuálam


Disadur dari :
L. Berkof, The History of Christian Doctrine, terjemahan bahasa Indonesia oleh Drs.H.Toriq A.Hindun, menjadi Sejarah Perkembangan Ajaran Trinitas, penerbit CV. Sinar Baru, Bandung, Cetakan Pertama, thn 1992.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

PERHATIAN !!!...HATI-HATI..LIHAT VIDEO BERIKUT INI ANDA BISA MASUK ISLAM..JANGAN DITONTON..
http://www.youtube.com/watch?v=BLi0_r16STM
Kisah YUSHA EVANS.
INJIL Membimbingku pada ISLAM. Kisah yang sangat inspiratif dari seorang mantan kristen yang mempelajari dan mengkaji Injil dengan pikiran terbuka, yang kemudian justru Injil sendiri yang membimbingnya kepada ISLAM.
Jika Anda ingin berinteraksi langsung atau menghubungi Yusha Evans silahkan kunjungi situsnya www.yushaevans.com http://www.yushaevansmedia.com